Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri kiat-mengajar-di-kelas-rendah-minat. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri kiat-mengajar-di-kelas-rendah-minat. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Januari 2020

Strategi Dan Metode 'Dadakan' Dalam Pembelajaran

Strategi dan metode 'dadakan' dalam pembelajaran – Metode dadakan? Memang tidak ditemukan jenis metode ini dalam kamus pembelajaran. Namun suatu saat, guru perlu melakukannya. Kapan? Ketika situasi dan kondisi kelas tidak memungkinkan untuk menjalankan pembelajaran sesuai Rencana Persiapan Pembelajaran (RPP).

 Memang tidak ditemukan jenis metode ini dalam kamus pembelajaran Strategi dan Metode 'Dadakan' dalam Pembelajaran
TTS buatan siswa secara 'keroyokan' di papan tulis, tidak terlalu manis namun telah membelajarkan siswa (foto:matrapendidikan.com)

Suatu ketika guru perlu ‘menyingkirkan’ perangkat pembelajarannya, katakanlah itu RPP. Meskipun telah disusun dengan sangat bagus, suatu dikala lantaran 'terpaksa' harus dicuekin ketika akan mengajar di ruang kelas. Kenapa harus?

Yang tahu persis dengan kondisi suatu kelas ialah guru yang mengajar di kelas itu. Bukan kepala sekolah ataupun pengawas pendidikan.

Dalam kondisi tertentu guru harus berani mengambil tindakan,’banting stir’, mengubah taktik dan metode mengajar, ketika situasi di ruang kelas tidak memungkinkan untuk mengajar sesuai dengan RPP. 

Kecuali jika guru hanya mempunyai sasaran bahwa RPP harus terealisasi dan tidak peduli bagaimana pun situasi dan kondisi di ruang kelas.

Tindakan ‘banting stir’ dan menjalankan taktik dan metode dadakan dalam mengajar, juga terjadi ketika saya mengajar di kelas IX.D, pada jam pelajaran terakhir lagi. .Apa pasalnya?

Siswa yang hadir semenjak awal pembelajaran di sekolah hanya 10 dari 25 siswa penghumi kelas itu. Ternyata penyebabnya ialah hujan yang turun semenjak dini hari hingga jam pelajaran ke 1-2.

Saya berpikir sejenak, RPP yang sudah saya susun mustahil dijalankan dikala itu lantaran tujuan saya bukan terlaksananya RPP melainkan bagaimana proses pembelajaran tetap berlangsung menarik dan disukai siswa.

Selain itu, biasanya siswa kurang fokus lantaran banyak yang tidak hadir pada hari itu. Oleh lantaran itu perlu mengambil perilaku banting stir semoga siswa tetap fokus.
Strategi dan metode dadakan yang diterapkan ialah mengulang kembali pelajaran yang telah lampau dengan metode kiprah keroyokan membuat Teka-teki Silang (TTS) di papan tulis (whiteboard).

Siswa membuat  (bukan mengisi) TTS di papan tulis secara keroyokan namun tetap bergiliran ke depan kelas. Setiap siswa menulis kata beserta kotaknya. Bila sudah selesai, siswa yang telah menciptakan kotak dan kata TTS di papan tulis, ditugaskan menciptakan soalnya, baik mendatar maupun menurun.

Judul pembelajaran hari itu untuk 10 orang siswa adalah, “Mengulang Pelajaran Kemagnetan dan Pemanfaatannya Melalui Pembuatan TTS oleh Siswa.

Langkah-langkah kerja :
1.Menugaskan siswa membaca dan memahami kembali buku pegangan siswa wacana pelajaran Kemagnetan dan Pemanfaatannya.

2.Siswa bergiliran ke depan kelas untuk menulis kata beserta kotaknya di papan tulis. Misalnya, siswa pertama menciptakan kata K O M P A S dalam kotak mendatar. Siswa selanjutnya menyambung slah satu aksara dari kata K O M P A S, contohnya K menurun dengan kata K U T U B, begitu seterusnya secara bergiliran.

3.Setelah siswa ‘menyerah’ alias tidak sanggup lagi, meneruskan untuk menyambung kotak dengan kata, maka siswa yang telah berpartisipasi tadi bertugas menciptakan pertanyaannya sendiri. Misalnya siswa pertama tadi  menulis kata K O M P A S, harus menciptakan pertanyaan sendiri.dengan pertanyaan 1 Mendatar, yaitu: ‘Penunjuk arah’.. Begitu seterusnya…

Catatan: Siswa perlu diberi bonus nilai, contohnya 0,5 untuk memotivasi siswa dalam membaca, memahami pelajaran Kemagnetan dan Pemanfaatannya serta mendorong siswa untuk berpartisipasi menulis di papan tulis untuk menciptakan TTS secara keroyokan..

Apa manfaatnya?
Dengan taktik dan metode dadakan ini, siswa lebih memahami pelajaran yang telah lampau. Selain itu siswa telah dilatih untuk mengasah otak melalui TTS bahan pelajaran IPA.

Manfaat lain ialah siswa sanggup berpikir dan fokus dengan kiprah yang dihadapi sehingga tidak terasa waktu menit demi menit berlalu.
Demikianlah sekadar sharing dalam pembelajaran dalam situasi dan kondisi dimana tidak memungkinkan terlaksananya pembelajaran sesuai dengan RPP yangtelah disusun semula.