Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri wasit-dan-asisten-wasit-kompetisi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri wasit-dan-asisten-wasit-kompetisi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Januari 2020

Serba-Serbi Kompetisi Nagari Taluk Fc Cup Ii, Wasit Dan Ajudan Wasit

Serba-serbi kompetisi nagari taluk fc cup iii, wasit dan ajudan wasit – Jelang digelar partai Semi Final Kompetisi Nagari Taluk FC Cup II Tahun 2019-2020, matrapendidikan.com akan menyajikan serba-serbi pertandingan yang sudah berlangsung. Bagian pertama ini diketengahkan serba-serbi wasit  yang memimpin pertandingan.


 Jelang digelar partai Semi Final Kompetisi Nagari Taluk FC Cup II Tahun  Serba-serbi Kompetisi Nagari Taluk FC Cup II, Wasit dan Asisten Wasit
Wasit Edi Sugianto (tengah) dan ajudan wasit Dio OKtaviardi (acungkan jempol) dan Fadel Alexsandro (kanan) akan memimpin salah satu partai perempat final.(foto: matrapendidikan.com)

Sejak babak penyisihan hingga perempat selesai Turnamen Nagari Taluk FC Cup II Tahun 2019-2020 telah menggelar 12 pertandingan. Kesuksesan penyelenggaraan turnamen tidak lepas dari peranan pemimpin pertandingan (wasit) serta ajudan wasit.
Ada beberapa wasit dan ajudan wasit yang memimpin 12 partai pertandingan tersebut. Mereka antara lain Edi Sugianto, Dio Pantosa, Weldo, S.SP., Rentos Murjaya dan Abdul Hakim, Dio Oktaviardi dan Fadel Alexsandro..

Edi Sugianto ialah wasit utama yang dipercaya menjadi pemimpin beberapa pertandingan dari babak penyisihan hingga babak Perempat Funal. Selain itu wasit berklasifikasi C1 PSSI Sumbar ini juga dibantu dua Asisten Wasit berklasifikasi C2 PSSI Tanah datar, Dio Oktaviardi dan Fadel Alexandro.

Menjadi seorang wasit bukanlah kasus praktis alasannya ialah di lapangan seorang wasit bertugas menjaga dan menjalankan segala hukum pertandingan sepak bola.

Seorang wasit akan memulai dan menghentikan pertandingan dengan aba-aba dan atau meniup peluit. Mengesahkan gol yang sudah sesuai dengan hukum bahkan menganulirnya bila terjadi sesuatu yang mengakibatkan batalnya gol yang tercipta, contohnya alasannya ialah pelanggaran atau posisi pencetak gol dalam posisi offside.

Dalam menjalankan tugasnya seorang wasit dibantu oleh dua ajudan wasit yang bangun di luar lapangan sepanjang sisi kiri dan kanan lapangan sepak bola. Asisten wasit dilengkapi dengan bendera untuk memberi aba-aba kepada wasit.

Peranan ajudan wasit sangat besar untuk mengawasi jalannnya pertandingan sepak bola dari sisi kiri dan kanan lapangan. Selain memberi aba-aba bola keluar lapangan, pelanggaran juga memberi aba-aba bila terjadi posisi offside.

Tugas tersebut hanyalah sebagian dari sekian banyak kiprah wasit dan ajudan wasit. Kejelian wasit dalam melihat menit demi menit jalannya pertandingan sangat dibutuhkan.

Akan tetapi sebagai insan biasa wasit dan asistennya juga tak luput dari kekurangan. Dalam suatu pertandingan, wasit dan asistennya tak jarang disalahkan dan dimarahi suporter ataupun pemain.

Namun itulah lika-liku wasit dan ajudan wasit di lapangan. Hal itu juga terjadi selama kompetisi Nagari Taluk FC Cup II Tahun 2019-2020. 

Akan tetapi kekurangan dalam memimpin pertandingan kompetisi level Sumbar tersebut sanggup diminimalisir sehingga setiap pertandingan selama 12 Match berlangsung lancar dan aman.

Terbukti, menurut pantauan dan catatan admin matrapendidikan.com, hanya 2 kartu merah yang dikeluarkan wasit. Kedua kartu merah pun merupakan akumulasi dari kartu kuning yang diperoleh pemain.
Wasit juga merongoh saku dan mengeluarkan kartu kuning tidak hingga dua buluh kali selama babak penyisihan dan perempat selesai kompetisi Nagari Taluk FC Cup II Tahun 2019-2020 ini.

Serba-Serbi Nagari Taluk Fc Cup Ii, Bersama Komentator Pertandingan Efend Chaniago

Serba-serbi nagari taluk fc cup ii, bersama komentator pertandingan efend chaniago – Pertandingan olahraga, ibarat sepak bola yang disiarkan secara eksklusif (live) melalui media penyiaran televisi akan dilengkapi dengan reporter dan komentator. Begitu pula dengan siaran eksklusif laporan pandangan mata melalui media radio oleh seorang reporter.

 bersama komentator pertandingan efend chaniago Serba-serbi Nagari Taluk FC Cup II, Bersama Komentator Pertandingan Efend Chaniago
Koementator pertandingan Efend Chaniago sesaat sebelum pertandingan dimulai (foto: matrapendidikan.com)

Baik siaran eksklusif melalui media televisi maupun radio dibutuhkan reporter dan komentator alasannya yaitu pemirsa tidak sanggup menyaksikan eksklusif ke lapangan atau stadion daerah berlangsungnya suatu pertandingan sepak bola.

Agaknya cukup istimewa, suatu pertandingan yang tidak disiarkan secara eksklusif melalui media televisi ataupun radio. 

Pertandingan sepak bola  ibarat halnya Kompetisi Nagari Taluk FC Cup II Tahun 2019-2020 yang berlangsung di Lapangan Simpang Kulit Manis Taluk Tanah Datar Sumatera Barat.

Yang dibutuhkan disini bukan reporter melainkan komentator walaupun cara mengomentari jalannya pertandingan hampir sama dengan seorang reporter radio.

Pertandingan sepak bola Kompetisi Nagari Taluk FC Cup II Tahun 2019-2020, semenjak babak penyisihan hingga perempat final, juga dilengkapi dengan seorang komentator pertandingan.

Panitia kompetisi sepak bola di Nagari Taluk ini mempunyai seorang komentator eksentrik, unik dan kocak. Adalah pak Ujang, atau Efend Chaniago yang selalu hadir  mengomentari setiap partai pertandingan yang digelar di Lapangan Kulit Manis.

Suara bass Efend Chaniago terdengar cukup berat namun lancar sehingga yummy untuk didengar oleh penonton di lapangan maupun masyarakat di sekitarnya.

Tim lapangan matrapendidikan.com Uda Awak, Didi Kurnia dan Komentator pertandingan Efend Chaniago (foto: matrapendidikan.com)

Kadang-kadang penonton tertawa mendengar komentar pak Ujang. Apalagi ketika terjadi suasana genting atau kemelut di lisan gawang. 

Bahasa yang dipakai tidak murni lagi bahasa Indonesia melainkan bahasa gado-gado, adonan bahasa Indonesia dan Minang. Ini akan mengocok perut penonton yang menyaksikan pertandingan di lapangan.

Keunikan lain dari seorang komentator Efend Chaniago yaitu kemampuan memakai kata (diksi) dan gaya bahasa hiperbolik yang tinggi. Selain itu Efend Chaniago juga andal menyapa seluruh unsur pertandingan dan penonton yang ada di lapangan.

Seperti diakui salah menejer PCC Taluk FC sekaligus panitia kompetisi Didi Kurnia, yang disapa juga dengan Alex, komentator Efend Chaniago bisa mengendalikan situasi pertandingan.

“Ketika suasana pertandingan agak panas, Efend Chaniago bisa mendidinginkannya. Begitu pula sebaliknya,” saya Didi Kurnia kepada admin matrapendidikan.com.

Sementara itu Dodi Kurniawan, salah seorang pemain bola PCC Taluk FC menyampaikan kosa kata yang dipakai Efend Chaniago kadang kala sedikit nyeleneh.
“Namun alasannya yaitu sudah terlatih, kosa kata yang dipakai Efend Chaniago sanggup ditatata dengan baik sehingga  yummy didengar dan tidak menyinggung perasaan pemain maupun penonton,” ujar Dodi Kurniawan.