Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri azri-pengawas-itu-teman-kolaborasi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri azri-pengawas-itu-teman-kolaborasi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Januari 2020

Guru Antri Pengin Disupervisi Oleh Pengawas (?)

Guru antri pengin disupervisi oleh pengawas (?) – Ketika pengawas pendidikan tiba ke suatu sekolah. Tidak jarang guru merasa deg-degan, apalagi pengawas akan melaksanakan supervisi kunjungan kelas. Itu artinya pengawas akan melihat bagaimana seorang guru mengajar di ruang kelas.

Guru antri pengin disupervisi oleh pengawas  Guru Antri Pengin Disupervisi Oleh Pengawas (?)
Drs.Azri pengawas pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar (foto: matrapendidikan.com)

Hal itu sudah alamiah sifatnya apalagi sudah usang guru tidak dikunjungi secara eksklusif ke dalam kelas oleh seorang pengawas. Akan tetapi ada juga guru yang ingin dan cepat-cepat dikunjungi oleh pengawas di ruang kelas.

Hal ini terjadi contohnya pada guru di SMPN 2 Lintau Buo. Pengawas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar Drs. Azri melaksanakan kunjungan ke sekolah tersebut untuk beberapa minggu.

Pada ahad pertama dijadwalkan investigasi perangkat mengajar semua guru dan ahad berikutnya aktivitas supervisi kunjungan kelas.

Guru-guru di SMPN 2 Lintau Buo sangat antusias untuk mengikuti aktivitas supervisi kunjungan kelas ini. Bahkan, seolah-olah para guru mata pelajaran antri menunggu giliran untuk sesegera mungkin disupervisi oleh Drs. Azri, Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar.
Pada awalnya, penunjukan guru yang akan disupervisi dilakukan secara acak oleh pegawas. Akibatnya para guru antri menunggu giliran dikunjungi oleh pengawas.
Hal tersebut terungkap ketika bincang-bincang ringan dengan beberapa guru di SMPN 2 Lintau Buo, Rabu (12/2/20).

“Rasanya ingin cepat-cepat dilakukan supervisi oleh pengawas semoga cepat pula selesainya aktivitas supervisi ini,” ujar Hj. Nurmaiyaz, S.Pd., guru mata pelajaran Seni dan Budaya yang akan memasuki masa pensiun di tahun 2020 ini.

Hal sama juga diungkap oleh guru lain Elfianti, S.Sn. Guru Seni Budaya ini juga ingin cepat final dirinya disupervisi oleh pengawas dalam mengajar di ruang kelas. Kebetulan ketika bincang-bincang ini beliau sudah menjalani supervisi oleh pengawas.

“Semakin cepat disupervisi semakin cepat pula beban pikiran guru,” katanya kepada matrapendidikan.com.

Sistem acak tersebut memang membikin beberapa guru terutama guru gres tidak dapat tidur memikirkan supervisi kunjungan kelas tersebut.

Alhasil, pengawas terpaksa menyusun daftar guru yang akan disupervisi pada hari berikutnya. Yang sudah disupervisi merasa lega namun yang akan disupervisi agak berdebar-debar juga.

Seperti yang dikemukakan oleh Drs. Azri, supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah maupun pengawas bukan untuk mencari kelemahan guru dalam mengajar.
“Bukan untuk mencari kesalahan guru. Supervisi bertujuan untuk perbaikan pembelajaran di ruang kelas alasannya yaitu bagaimana pun mutu pendidikan di suatu sekolah berawal dari pembelajaran di ruang kelas,” tuturnya kepada admin matrapendidikan.com ketika berbincang serius, Kamis (13/2/2020).

Kehadiran Guru Di Kelas Dan Hasil Berguru Siswa

Kehadiran guru di kelas dan hasil berguru siswa – Sangat menarik untuk dicermati apa yang disampaikan oleh Drs. Azri dalam silaturrahmi dengan majelis guru SMPN 2 Lintau Buo beberapa waktu lalu. Mengutip beberapa hasil penelitian yang dibaca dan dipelajarinya, pengawas Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan dan kebudayaan Tanah Datar itu memberikan bahwa kehadiran guru di kelas kuat signifikan terhadap hasil berguru siswa.

Kehadiran guru di kelas dan hasil berguru siswa Kehadiran Guru di Kelas dan Hasil Belajar Siswa
Ilustrasi guru 'membelajarkan' siswa di kelas (pixabay.com)

Ada dua kata kunci pokok yang perlu dicermati dari pernyataan tersebut, yaitu kehadiran guru dan hasil berguru siswa.

1.Kehadiran guru di kelas

Dapat dipahami bahwa kehadiran guru bukan hanya sekadar hadir di dalam kelas untuk mengajar. Hadir dalam hal ini dimaknai membuat pembelajaran yang efektif dan efisien.

Pembelajaran demikian hanya akan terwujud apabila guru sanggup menyajikan pembelajaran yang menyenangkan bagi penerima didik. Kenapa suasana pembelajaran menyenangkan itu perlu?

Pembelajaran menyenangkan yang disajikan guru akan berdampak positif pada pengelolaan kelas sehingga meminimalisir sikap menyimpang siswa selama belajar.

Guru hadir di ruang kelas benar-benar siap dengan seni administrasi dan metode pembelajaran yang akan diterapkan. Hal ini akan lancar bila guru menguasai bahan pelajaran dengan baik dan menghubungkannya dengan pengalaman siswa sehari-hari.

Modal besar yang diharapkan guru yakni pengetahuan yang luas berkaitan dengan bahan pelajaran yang disajikan. Hal ini sanggup diperoleh, menyerupai ungkap Drs. Azri, melalui banyak membaca buku sumber sehingga sanggup memaparkan bahan pelajaran dengan pengalaman siswa sehari-hari 

2.Hasil berguru siswa

Memang tak sanggup dinafikan, ada kecenderungan anggapan keliru wacana hasil berguru siswa. Hasil berguru siswa sering dianggap sebagai hasil ulangan semata.

Jika hasil ulangan siswa elok maka pembelajaran dikatakan telah berhasil di suatu sekolah. Itu memang tidak salah. Hanya saja, hasil berguru dalam konteks pendidikan Indonesia meliputi seluruh aspek, baik kognitif, afektif maupun psikomotor.

Dikaitkan dengan kehadiuran guru di ruang kelas, boleh jadi kehadiran guru sudah elok namun hasil Ujian Nasional kurang memuaskan. Apakah itu membuktikan proses berguru di ruang kelas kurang bagus?

Belum tentu. Kenapa hasil UN kurang bagus? Itu alasannya yakni proses persiapan UN belum memadai. Namun proses berguru siswa boleh jadi sudah berjalan sebagaimana mestinya.
Namun demikian, kehadiran guru di kelas memang kuat terhadap hasil beljar siswa. Jika guru yang hadir di ruang kelas ‘membelajarkan’ dan bukan semata ‘mengajar’ siswa, akan bermuara pada hasil berguru yang memuaskan.