Rabu, 01 Januari 2020

Drs Azri Di Smpn 2 Lintau Buo, Pengawas Itu Teman Kerja Sama Guru

Drs. Azri di smpn 2 lintau buo, pengawas itu sobat kerja sama guru – Drs. Azri, koordinator Pengawas Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tanah Datar mengharapkan kepada guru mata pelajaran biar tidak grogi dengan pengawas ketika diadakan kunjungan kelas dikala guru mengajar.

 koordinator Pengawas Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Drs Azri di SMPN 2 Lintau Buo, Pengawas Itu Teman Kolaborasi Guru
Pengawas Pendidikan Disdikbud Tanah Datar, Drs. Azri didampingi Kepsek Titin Susilawati, S.Pd. dalam silaturrahmi dengan majelis guru SMPN 2 Lintau Buo (Ropi'u/matrapendidikan.com)

Hal itu disampaikannya dikala bersilaturrahmi dengan semua guru di Laboratorium IPA Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Lintau Buo, Jumat (7/2/20).

“Bapak dan ibuk guru tidak perlu grogi atau stres ketika aku berkunjung ke kelas. Saya tidak menilai cara guru mengajar. Akan tetapi sebagai sobat berkolaborasi untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah,” tegas Drs. Azri didampingi kepa SMPN 2 Lintau Buo Titin Susilawati, S.Pd, dikala sesudah memberikan hasil pemeriksaannya terhadap perangkat mengajar setiap guru mata pelajaran di sekolah itu.

 koordinator Pengawas Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Drs Azri di SMPN 2 Lintau Buo, Pengawas Itu Teman Kolaborasi Guru
Majelis guru SMPN 2 Lintau Buo serius mengikuti paparan pengawas Didikbud Tanah Datar wacana hasil investigasi perangkat mengajar (Ropi'u/matrapendidikan.com)

Sehari sebelumnya, Pengawas Pendidikan Dikdisbud Tanah Datar yang gres bertugas di wilayah Linbtau IX Koto semenjak Januari 2020 itu telah berada di sekolah ini seharian penuh untuk menyelidiki perangkat pembelajaran guru terutama Rencana Persiapan Pembelajaran (RPP).

“Pengawas itu juga bukan untuk menilai perangkat pembelajaran buatan guru melainkan untuk beklerja sama meningkatkan mutu pembelajaran di kelas," Imbuhnya.

Berkaitan dengan hasil pemeriksaannya terhadap RPP guru, Drs. Azri menyampaikan sangat besar hati alasannya yakni semua guru sudah memiliki perangkat mengajar dan rata-rata sudah bagus.

Namun demikian pengawas yang membawahi 7 Sekolah Menengah Pertama dan 2 Sekolah Menengan Atas di Lintau IX Koto ini tidak menampik kekurangan yang ada dalam perangkat RPP yang dibentuk guru.

“Kekurangan dalam RPP yang aku temukan sedikit saja yaitu di bab sumber mencar ilmu dan evaluasi dan kedua unsur ini perlu diperbaiki oleh bapak dan ibuk.” ungkap Drs. Azri.

Pengawas berlatarbelakang mata pelajaran Matematika dan gemar mempelajari ilmu sosiologi, antropologi dan sejarah ini mencontohkan kekurangan  dalam RPP, pada bab sumber mencar ilmu yang dicantumkan guru.

“Sumber belajar, harus terang diarimana sumbernya. Jika sumbernya internet, sebutkan nama situs dan judul sumbernya, jangan ditulis hanya internet saja,” Drs. Azri mencontohkan.

Pada bab evaluasi sebuah RPP, ia berharap guru tidak lagi menciptakan evaluasi dengan kata-kata ‘terlampir’ atau ‘ada dalam lampiran’. Bagian ini harus ditulis instrumen butir soal evaluasi serta kunci jawabannya.

“Ini bertujuan kalau guru bersangkutan berhalangan hadir maka guru penggantinya sanggup membawa RPP guru tersebut ke dalam kelas,” kata Drs. Azri.

Seperti disampaikan Drs. Azri, pada ahad pertama kunjungannya ke sekolah bertujuan untuk menyelidiki perangkat mengajar dan ahad berikutnya akan masuk ke ruang kelas dikala guru mengajar.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar