Rabu, 01 Januari 2020

Tips Menjadi Guru Perfect Dan Multitalent

Tips menjadi guru perfect dan multitalent - Guru yakni salah satu sosok yang sangat besar lengan berkuasa dalam dunia pendidikan. Sudah banyak forum pendidikan di Indonesia yang menyandang status pengakuan bergengsi. Siswa mana yang tidak akan besar hati dan senang kalau sekolah yang menjadi daerah ia mencar ilmu yakni termasuk salah satu sekolah favorit atau sekolah terkenal.

Tips menjadi guru perfect dan multitalent Tips Menjadi Guru Perfect dan Multitalent
Dzuryati Afifah, Tips Menjadi Guru Perfect dan Multitalent (doc.DA/matrapendidiakn.com)

Namun meskipun demikian, intinya sama bahwa setiap forum sekolah yakni sama, ia sama-sama daerah dimana setiap anak dapat mendapat ilmu pengetahuan dan pengalaman, yang membedakan hanyalah kualitas pendidikan yang diajarkan kepada siswa. 

Apabila sekolah tersebut mempunyai sebuah konsep pendidikan yang bagus, kemudian konsep tersebut dilaksanakan dan berhasil mencetak para generasi yang berprestasi, maka sekolah tersebut sudah dapat dikatakan sekolah yang baik.

Menjadikan penerima didik sebagai generasi yang berprestasi sudah tentunya yakni kiprah para pendidik dan segenap staf yang berkecimpung dalam forum sekolah tersebut. Ia harus berhasil mengajarkan ilmunya kepada para penerima didiknya biar ilmunya menjadi bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain. 

Selain dari itu, seorang guru juga harus mendidik para penerima didiknya dari segi fisik maupun batin biar mempunyai imun dan kekebalan yang kuat dalam diri serta hati mereka untuk menghadapi banyak sekali macam rintangan dan cobaan baik yang bersifat hard dan soft.

Salah satu teladan rintangan dan cobaan yang bersifat hard adalah pergaulan, terutama pergaulan diluar rumah yang tidak tampak dari pengawasan kedua orang tua. Sedangkan teladan dari rintangan dan cobaan yang soft adalah arus perkembangan teknologi yang mengalir dengan deras. Ini merupakan beberapa bentuk kiprah bagi seorang guru untuk menyiapkan penerima didiknya agar  tidak terjerumus kesisi negatif.

Sejalan dengan hal ini, forum pendidikan di Indonesia telah menerapkan visi dan misi guna membantu para pendidik untuk menjalankan tugasnya, yaitu mencetak para penerima didiknya menjadi generasi yang berjiwa IMTAQ (beriman dan bertaqwa) dan berwawasan IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi). 

Apabila anak didik telah berhasil mencapai visi dan misi tersebut, pantas ia dikatakan sebagai ouput yang perfect dan multitalent. Untuk mencapai berhasilnya kiprah guru tersebut, pastilah membutuhkan kerja keras dan perjuangan.

Kata bekerja keras dan usaha tidaklah semudah membolak-balikan telapak tangan atau mengedipkan mata, ia membutuhkan hati yang kuat dan keringat. Tidak mungkin juga ia akan bekerja seorang diri, pastilah ia dibantu oleh rekan guru yang lain. 

Apabila ada kolaborasi antara guru satu dengan yang lainnya, maka tidak akan diragukan lagi perihal keberhasilan para penerima didiknya menjadi orang yang sesuai dengan apa yang diharapkan, yaitu berjiwa IMTAQ dan berwawasan IPTEK.

Memasuki abad revolusi industri 4.0, banyak perubahan yang terjadi dari banyak sekali hal, contohnya kurikulum dan metode mengajar. Hal ini menciptakan guru dan penerima didik harus mengikuti keadaan dengan perubahan-perubahan yang ada. 

Akan tetapi, sebagi guru tidak seharusnya mengeluhkan hal tersebut, justru harus mendukung segala hal demi tercapainya harapan pendidikan yang diinginkan oleh bangsa Indonesia.

Dalam dunia pendidikan, para siswa dituntut untuk menjadi orang yang perfect dan multitalent, maksudnya disini bahwa anak didik sebagai ouput atau product dari pendidikan harus tampil sebagai orang yang sukses dan berhasil, alasannya intinya ia yakni orang yang berstatus pernah mengenyam dingklik pendidikan di suatu lembaga. 

Hal ini tentunya sudah menjadi kewajiban bagi seorang pendidik atau guru. Oleh alasannya itu, sebagai pendidik yang menginginkan penerima didiknya tampil sebagai ouput yang perfect dan multitalent, maka tidak lain halnya seorang pendidik tersebut haruslah perfect dan multitalent juga. 

Sebagaimana pepatah menyampaikan bahwa "buah jatuh tidak jauh dari pohonnya". Memanglah benar begitu adanya, apabila ouput yang tercetak berlabel anggun dan bermerek, sudah tentu pencetaknya juga niscaya berlabel anggun dan bermerek.

Berikut yakni kiat-kiat atau tips menjadi guru yang perfect dan multitalent:

1.Berjiwa IMTAQ

IMTAQ yakni kependekan dari doktrin dan taqwa. Dalam dunia pendidikan Islam, kata IMTAQ tidaklah ajaib lagi dalam indera pendengaran para pendidik atau orang-orang yang terlibat daalm dunia pendidikan. 

Sebagai guru atau pendidik yang menginginkan penerima didiknya sukses, maka pertama kali yang harus menerapkannya yakni sang guru tersebut, ia harus mempunyai doktrin yang kuat dan taqwa yang tebal dalam diri serta hatinya. 

Seorang guru harus menjalankan segala kewajibannya sebagai seorang muslim. Tidak boleh terbesit dan terlintas dalam diri, hati, ataupun pikirannya untuk melaksanakan hal yang tidak sepantasnya sebagai seorang muslim, disisi lain ia yakni figur yang harus menjadi teladan dan panutan untuk penerima didiknya.

Selain itu, dalam proses pendidikannya, seorang guru juga sangat disarankan untuk menyebarkan pengalaman kepada para penerima didiknya perihal segala hal yang berkaitan dengan kejiwaan serta kerohanian, alasannya intinya bahwa doktrin dan taqwa bersumber pada hati, sedangkan hati sangat berkaitan dekat dengan kejiwaan dan kerohanian. 

Apabila seorang guru telah mempunyai jiwa yang beriman dan bertaqwa, maka dengan sangat gampang ia akan mengajak para penerima didiknya untuk menjadi seseorang yang beriman serta bertaqwa juga, yang pada hakikatnya ia telah menunjukkan stimulus faktual kepada para penerima didiknya.

2.Berwawasan IPTEK

Selain berjiwa IMTAQ, guru yang perfect dan multitalent ialah ia yang berwawasan IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi), ia harus mempunyai pengetahuan yang banyak, wawasan yang luas, mengetahui perkembangan teknologi beserta aplikasi yang ada dimasa sekarang, bukan hanya mengetahui, tetapi juga menguasainya. 

Jangan hingga seorang guru tidak mengetahui teknologi yang ada dizaman sekarang. Apalagi pada zaman kini pendidikan sudah banyak memakai teknologi, contohnya saja di dalam kelas, proses pembelajaran memakai aplikasi power point dengan media LCD proyektor.

Dengan hal itu, sebagai guru harus dapat memanfaatkan segala perkembangan teknologi yang sudah berkembang dengan pesat dizaman sekarang. Jangan hingga juga, seorang guru mau dikalahkan oleh muridnya, yang seharusnya seorang guru yakni orang yang harus mengetahui pertama kali atas segala perkembangan teknologi yang ada. 

Tidak hanya itu, sebagai guru yang berwawasan IPTEK, ia harus pandai-pandai menyaring segala arus informasi dan ilmu pengetahuan yang berasal dari teknologi tersebut, terutama yang bersifat negatif, gunanya biar seorang pendidik ia dapat memberitahukan kepada para penerima didiknya bahwa informasi atau pengetahuan tersebut bersifat negatif, dihentikan ditiru, dan dihentikan dijadikaan sebagai pedoman atau panutan. 

Jika yang tiba yakni hal-hal positif, maka guru tersebut juga dapat menyebarkan pengetahuan kepada para penerima didiknya. Manfaat dari hal ini tidak lain hanyalah untuk memperluas wawasan dan pengetahuan serta perkembangan teknologi yang ada biar dapat dikelola secara cerdas dan pandai.

Jika seorang guru telah membekali dirinya dengan kedua hal tersebut, yaitu berjiwa IMTAQ dan berwawasan IPTEK, maka dengan sangat gampang akan menyebabkan para penerima didiknya menjadi ouput yang diidamkan oleh semua para pendidik. 

Lihat juga : 10 Tips Menjadi Guru yang Baik
Tentunya juga yang akan besar hati dan senang bukan hanya para pendidiknya saja yang telah mendidiknya, namun lebih dari itu, orang tua, keluarga, dan masyarakat niscaya juga akan lebih besar hati dan senang alasannya ia mempunyai seseorang yang sukses dalam pendidikannya, yaitu seorang yang perfect dan multitalent, yang tidak lain juga bahwa gurunya atau pendidiknya yakni seorang yang perfect dan multitalent.***

Biodata Penulis:

Judul : Tips Menjadi Guru Perfect dan Multi Tallent
Penulis : Dzuryati Afifah
Alamat:  Ma'had Tahfidz Al-amien Prenduan Sumenep Madura
Pekerjaan: Mahasiswa semester IV IDIA Al-Amien Prenduan Sumenep Madura sekaligus guru dedikasi di Ma'had Tahfidz Al-Amien Prenduan Sumenep Madura, Jawa Timur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar