Tur singkat bareng keluarga besar sekolah tetapi sangat mengesankan – Memanfaatkan Hari Libur Nasional (HLN) Sabtu, 25 Januari 2020. Keluarga besar UPT SMPN 2 Lintau Buo mengadakan tur singkat dalam wilayah Sumbar. Dikatakan tur pendek karena destinasi wisata yang dipilih hanya 2, Pemandian Tirta Alami Malibo Anai, Padang Pariaman dan Kota Wisata Bukittinggi.
Foto bareng keluarga besar UPT SMPN 2 Lintau Buo di objek wisata Tirta Alami Malibo Anai Padang Pariaman (foto: matrapendidikan.com)
Rombongan wisata keluarga besar sekolah ini dipimpin pribadi oleh Kepala SMPN 2 Lintau Buo, Titin Susilawati, S.Pd. Menurut kepala sekolah, acara ibarat ini perlu diadakan untuk memperkuat tali silaturrahmi dan rasa kekeluargaan antar guru dan pegawai serta keluarga.
“Aktifitas kiprah sehari-hari yang bersifat rutin menciptakan jenuh sehingga perlu dilaksanakan refreshing ibarat acara yang kita laksanakan ini,” ujar Titin Susilawati, S.Pd.
Tur singkat bareng keluarga besar sekolah ini menggunakan 6 armada kendaraan beroda empat pribadi. Masing-masing armada diisi oleh anggota keluarga guru dan pegawai serta personal yang masih jomblo atau yang sengaja ikut ‘menjomblokan diri.’
Kebetulan admin matrapendidikan.com juga ‘menjomblokan diri’ lho? Hehehehe...
Nuansa hijau nan sejuk tirta alami
Di tempat wisata dengan wahana kolam pemandian Tirta Alami di Kawasan Anai Resort Malibo Anai Padang Pariaman ini, keluarga besar sekolah menikmati suasana alam nan hijau dan sejuk.
Suasana di kolam pemandian Tirta Alami Padang Pariaman (foto: matrapendidikan.com)
Sampai di lokasi pemandian, sehabis memesan tikar pada penyedia jasa tikar, keluarga besar sekolah makan bersama. Menikmati sajian yang sudah disipakan dari rumah oleh masing-masing keluarga guru dan pegawai. Tentu saja hal ibarat ini mempunyai nuansa tersendiri.
Anggota keluarga yang pengin mandi-mandi sanggup pula mencoba akomodasi pemandian yang disediakan pengelola objek wisata.
Namun ada juga, khususnya bapak-bapak yang duduk-duduk saja sambil minum kopi di lapak-lapak area wisata pemandian seraya memandang jauh kelautan insan yang memenuhi wahana kolam pemandian Tirta Alami.
Kaum ibu mengawasi bawah umur yang sedang mandi-mandi di kolam pemandian sambil ngobrol ringan.
Kota Bukitinggi
Usai acara keluarga di pemandian wisata Tirta Alami, rombongan bergerak menuju kota wisata Bukittinggi. Pak Tedi Oktavenda, sang supir yang mobilnya admin tumpangi merasa khawatir akan terjadi kemacetan di ruas jalan Padang Bukittinggi.Apalagi hari libur dan cuaca yang mulai gerimis.
Sang sopir mengusulkan untuk menempuh jalan arternatif via Padang, Malalak dan Bukittinggi. Namun pak sopir mobil lainnya serta penumpangnya menentukan jalur biasa Padang Bukittinggi.
Pak Tedi Oktavenda selaku sopir memang menguasai jalan alternatif ini. Keluar dari area Tirta Alami membelok ke arah Padang. Kemudian di Lubuak Bonta membelok ke kanan. Menempuh jalan tikus menyusuri jalan kecil yang memang tidak ramai.
Di Simpang Padang Sago, membelok ke kanan untuk menempuh ruas jalan alternatif Malalak. Ternyata jalur ini manis dan lebar. Tidak berapa usang hingga di perbatasan Padang Sago dan Malalak Agam.
Cuaca cukup manis sehingga menciptakan pak Tedi Okttavenda dengan enteng menyetir mobil.
Sesampai di Panorama Malalak singgah sebentar. Berfoto-foto ria dengan latar landmark Panorama Malalak Agam.
Berfoto sejenak di Panorama Malalak dengan latar landmark Panorama Malalak (foto: matrapendidikan.com)
Oh ya, admin dengan sobat Triyanda Putra, S.Pd. (sama-sama 'menjomblokan diri') tak lupa merasakan kuliner Kerupuk Kuah plus mi.
Wow, nendang rasanya. Kerupuk kuah plus mi ini dijual oleh emak-emak bersahabat di bawah lereng landmark Panorama malalak. Murah koq, hanya Rp.5 ribu rupiah per kerupuk dan disajikan dengan piring plastik.
Oh ya, bersahabat ini juga ada bakso tusuk. Tadi Triyanda Putra, S.Pd. membelinya satu porsi.
Wow, nendang rasanya. Kerupuk kuah plus mi ini dijual oleh emak-emak bersahabat di bawah lereng landmark Panorama malalak. Murah koq, hanya Rp.5 ribu rupiah per kerupuk dan disajikan dengan piring plastik.
Oh ya, bersahabat ini juga ada bakso tusuk. Tadi Triyanda Putra, S.Pd. membelinya satu porsi.
"Gua duluan ya Nda, entar loe nyusul makan kerupuk kuah campur mi ini. Abis, loe maen hp melulu sih... (foto: matrapendidikan.com)
Tidak begitu usang menyusuri jalan Malalak, Balingka dan hingga di Bengkawas Bukittinggi. Tapi alasannya yaitu kemacetan sore di kota Bukittinggi, rombongan ini tidak sanggup menuju jam gadang dan Kebun Binatang.
Alhasil nunggu rombongan lain di Pasar Bawah. Ibu-ibuk pergi belanja sedangkan bapak-bapak ngopi sore saja di sebuah lapak di bersahabat Masjid Almunawarah Tarok Dipo.
Singkat memang, namun tur wisata lokal ini sangat mengesankan.***
Singkat memang, namun tur wisata lokal ini sangat mengesankan.***





Tidak ada komentar:
Posting Komentar