Rabu, 01 Januari 2020

Hati-Hati, Analisis Alokasi Waktu Dapat Kecolongan

Hati-hati, analisis alokasi waktu sanggup kecolongan – Salah satu unsur yang sangat penting dan harus ada dalam paket perangkat mengajar yakni analisa alokasi waktu. Unsur ini terdapat di bab awal bundel perangkat mengajar alasannya yakni memilih penyusunan perangkat mengajar yang lainnya.

 Salah satu unsur yang sangat penting dan harus ada dalam paket perangkat mengajar yakni  Hati-hati, Analisis Alokasi Waktu Bisa Kecolongan
Ilustrasi analisis alokasi waktu (matrapendidikan.com)

Misalnya, Program Semester (Promes) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Pembelajaran. Bahkan berdasarkan ekonomis kami, Program Tahunan (Prota) juga disusun berdasarkan analisis alokasi waktu dalam dua semester.

Analisis alokasi waktu disusun dengan berpedoman kepada Kalender Pendidikan dan struktur muatan kurikulum yang berlaku. Disinilah perlunya setiap guru untuk lebih cermat dan teliti menyusun Analisis Alokasi Waktu.

Cermat dan teliti

Barangkali kita pernah melihat-lihat, (bukan memeriksa) paket perangkat mengajar rekan kerja sendiri. Kita menemukan kejanggalan atau ketaknormalan dalam penyusunan Analisis Alokasi Waktu.

Boleh jadi alasannya yakni kurang cermat dan teliti sehingga ‘kecolongan’ dalam perhitungan mingu atau jam efektif  serta alokasi waktu, khususnya pada semester genap (dua).

 Salah satu unsur yang sangat penting dan harus ada dalam paket perangkat mengajar yakni  Hati-hati, Analisis Alokasi Waktu Bisa Kecolongan
Ilustrasi kalender pendidikan (matrapendidikan.com)

Hal ini tidak jarang terjadi pada perangkat mengajar untuk kelas 9 di SMP/MTs. Perhitungan ahad dan jam efektif, sering khilaf, disamakan untuk semua tingkat kelas pada semester genap (dua).

Padahal, jumlah ahad dan jam efektif untuk kelas 9 pada semester genap  harus berbeda dengan kelas 7 dan 8.

Kita ambil referensi kalender pendidikan semester genap tahun pelajaran 2019/2020., Dalam kalender pendidikan ini memang tersedia lebih kurang 26 Minggu, antara bulan Januari sd Juli 2020.

Seperti sudah diketahui, perangkat mengajar kelas 7 dan 8 SMP/MTs, memang  harus mempedomani jumlah ahad dan jam efektif, mulai dari bulan Januari hingga Juli 2020.

Berbeda dengan perangkat mengajar di kelas 9, perhitungan ahad dan jam efektif cukup hingga bulan April saja. Bukankah siswa kelas 9 akan USBN mingu kedua dan UNKP/BK ahad keempat April?

Itu artinya, tidak ada lagi pembelajaran bagi siswa kelas 9 usai UNKP/BK Jumlah ahad tersedia untuk kelas 9 hanya sekitar 18 jam pelajaran, dari bulan Januari sd April.

Disinilah perlunya berhati-hati biar tidak 'kecolongan' dalam memperhitungkan atau menganalisis alokasi waktu saat menyusun perangkat pembelajaran untuk kelas 9 SMP/MTs semester genap.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar